Metodologi Perhitungan FSVA
Sistem perhitungan FSVA menggunakan metode pembobotan dan penyusunan indeks komposit multi-kriteria untuk merangkum 11 indikator pangan dari 3 aspek ketahanan pangan.
Tahapan Perhitungan:
- Normalisasi Indikator (Nilai 0–1):
Masing-masing data mentah ditransformasikan ke dalam skor normalisasi berskala 0 hingga 1. Indikator negatif (misal: kemiskinan, stunting) dinormalisasi agar skor 1 menunjukkan kondisi terbaik (paling tidak miskin/tidak stunting) dan skor 0 menunjukkan kondisi terburuk.
- Pembagian Kelas Prioritas (Skala 1–6):
Berdasarkan skor normalisasi, tiap indikator desa dipetakan ke dalam kelas prioritas individu 1 hingga 6 menggunakan batas ambang klasifikasi (threshold) nasional yang telah ditetapkan oleh juknis Bapanas.
- Pemberian Bobot Aspek & Indeks Komposit:
Skor komposit dihitung dengan menjumlahkan hasil kali skor normalisasi tiap indikator dengan bobot masing-masing indikator. Total bobot dari seluruh aspek adalah 100%.
- Penentuan Prioritas Komposit (FSVA Akhir):
Skor akhir dikelompokkan ke dalam 6 kelas prioritas komposit. Wilayah Prioritas 1, 2, dan 3 dikategorikan sebagai wilayah Rentan Pangan, sedangkan wilayah Prioritas 4, 5, dan 6 dikategorikan sebagai wilayah Tahan Pangan.